Thursday, August 14, 2014

Gowes bersepeda asik ke Jembatan Sesek Sungai Progo

Beberapa hari yang lalu aku bersama rekan sesama pesepeda menjelajahi kawasan sungai Progo perbatasan antara Bantul dan Kulon Progo. Dia Ari namanya, Sabtu malam kami berdua sepakat untuk gowes bersepeda pada hari Minggu tanggal 10 Agustus 2014 pagi hari. Kami berangkat pagi hari sekitar jam 6 tanpa tujuan, beberapa kali cari informasi tentang tempat yang bagus lewat FB dan Twitter, pada akhirnya sobat Ari mendapat mention dari Twitter yang menerangkan bahwa ada jembatan sesek dari bambu yang menghubungkan Pajangan Bantul dengan Lendah Kulon Progo.

Kami pun mencari tau dimana letak jembatan sesek yang dimaksud tadi dengan bertanya pada setiap orang yang kami temui dijalan, namun hanya sedikit yang tau tentang jembatan sesek ini. Dari rumah, sampai akhirnya kami tiba di dekat pasar Pijenan, Gesikan Wijirejo (Bantul DIY), kami bertanya pada seorang bapak yang pada akhirnya menunjukan jalan untuk kami.

Rute yang kami lalui tidaklah berat, aku dan Ari melewati jalan disebelah selatan pasar Pijenan Wijirejo mengikuti jalan utama berupa jalan aspal. Melewati hamparan sawah luas nan indah, menambah semangat kami untuk mengayuh sepeda. Sampai pada akhirnya kami pun tiba disebuah wilayah bernama Ngentak Mangir. Di tempat inilah kami menemui papan penunjuk arah yang menunjukan arah ke Brosot, Lendah, Sentolo, Bantul. Kami berdua mengambil arah ke Lendah, dan seketika itu aku dan mas Ari mendapati sebuah jembatan sesek, berikut beberapa gambar yang sempat kami abadikan,


Gambar diatas merupakan salah satu jembatan sesek sungai Progo yang terletak di dusun Ngentak Mangir, dan kami pun menyebutnya dengan jembatan sesek Mangir. Untuk melewati jembatan tersebut kami membayar biaya perawatan sebesar 2000 rupiah untuk 2 sepeda/orang. Itu tidak seberapa dengan pemandangan menakjubkan disekitar jembatan.

Walaupun sudah menemukan jembatan sesek, bukan jembatan sesek Mangir yang menjadi tujuan utama kami, melainkan jembatan sesek yang menghubungkan wilayah Pajangan dengan Lendah. Kami bertanya pada beberapa warga di wilayah tersebut bahwa jarak jembatan yang kami maksud tersebut tidaklah jauh dari lokasi jembatan sesek Mangir. Jembatan sesek Pajangan tersebut hanya berjarak kurang lebih 1 km ke utara. Meluncurlah kami kesana dengan penuh semangat.

Tiba dilokasi jembatan sesek Pajangan, sebelum melewatinya harus membayar biaya perawatan sebesar 2000 rupiah per orang. Wajar saja karena jembatan ini dibangun atas inisiatif warga secara swadaya.

Letak perbedaan jembatan sesek Pajangan dengan jembatan sesek Mangir adalah pada bagian tepi jembatan yang diberi pembatas.

Sebenarnya hanya satu tujuan utama kami gowes ke jemabatan sesek Pajangan tersebut, yaitu berfoto ria, karena kami berdua ini termasuk golongan orang-orang narsis.hehee. Bukan narsis sih, hanya untuk mengabadikan momen saja kok :P Pemandangan indah nan menakjubkan masa dicuekin :P

Berikut beberapa foto yang kami abadikan,



Dua foto diatas kami abadikan diwilayah yang sama, hanya saja yang diatas tersebut kami ambil gambar diatas jembatan, dan yang bawah itu diambil dibawah jembatan. Jadi aku dan Ari terjun ke pinggiran sungai sob :D

Setelah beberapa kali berfoto ria kami pun melanjutkan perjalanan untuk pulang. Walau hanya sebentar, aku cukup terpuaskan dengan pemandangan yang menakjubkan disekitar jembatan itu. Bagi para goweser khususnya, rasa puas bisa berwisata dengan sepeda pasti menjadi kebanggaan tersendiri. Aku juga :)

Itu dulu ya sob cerita dari aku, harap maklum bila bahasa terlalu amburadul :P Nantikan cerita gowes bersepeda aku bersama rekan-rekan pesepeda yang lainnya. See you :D

Kamus:
- jembatan sesek = jembatan terbuat dari bambu yang ditata berjajar dan memanjang.
- gowes = berpergian menggunakan sepeda
- aku = kata ganti saya :P
Share this article :
About Me
Tirta Wahyu, memiliki hobi gowes bersepeda dan menyukai travelling. Bloging untuk belajar dan bertukar informasi dengan sesama netizen di seluruh dunia. Salam kenal ^_^
Follow me on:
Instagram @tirtawahyu
Twitter @tirtawa

2 comments

Blogger Indonesia August 16, 2014 at 3:48 PM admin

Seabagai tukang foto saya senang sekali melihat foto yang paling atas itu mas, kereeeeen dan bagus sekali (y)

Fandi Erdiansa August 13, 2015 at 12:12 PM admin

Jadi pengen kesana, udah muter2 kulon progo ga ketemu mas..

Post a Comment

Komentar akan langsung muncul tanpa moderasi, namun komentar berbau SPAM seperti:
> promosi produk atau kampanye
> menggunakan keyword di form nama
> mencantumkan link aktif di form komentar
> memakai shortlink di form url/bukan url home page
Akan dianggap sebagai SPAM, dan masuk di folder spam, atau bisa juga komentar saya hapus. Mari berkomentar dengan bijak! Gunakan emoticon diatas ya sob! Matur thanks! :D

Follow Me

Blogger Friends